RIngkasan Khotbah tgl 24 June 2007

Kejadian 22:1-14   


Dalam kehidupan
kristiani, kita akan selalu menemukan rintangan, masalah, dan situasi yang
sulit dihadepi. Dlama kejadian, kita dapet melihat cerita Abraham dalam
menghadapi kesulitan nya dalam hidup dia. Seperti dalam kejadian 12, Abraham
menghadapi masalah dia yg pertama yaitu dia dipanggil oleh Allah untuk
meninggalkan semua sanak familinya serta sebuah kehidupan yang telah dia kenal
dengan baik. Rintangan selanjutnya yaitu di usia nya yang sudah tua, dia masih
belum mempunyai anak dari istri dia yang pertama, Sara. Tetapi dia mempunyai
seorang anak laki-laki dari istri kedua dia dan diberi nama Ismael. Maka
Abraham mengira bahwa Ismael yang akan menjadi pewaris dia, keturuan dia.
Ternyata Allah mengatakan bahwa pewaris Abraham bukan lah Ismael, anak dari
istri kedua, tetapi anak Abraham dari Sara, istri pertama Abraham. Allah juga
memerintah supaya Abraham mengusir Ismael serta istrinya yang kedua dari
Abraham untuk pergi dari rumah. Maka dengan berat hati Abraham mengusir Ismael
sesuai dengan permintaan Allah.

 

Akhirnya Abraham di
anugerahi seorang anak dari Sara di usia nya yang sangat tua. Anak ini diberi
nama Ishak, anak ini lah yang nantinya akan menjadi sebuah bangsa besar yang
telah Allah janji pada Abraham sebelumnya. Ishak merupakan anak tunggal
Abraham, yang merupakan harapan masa depannya, pewarisnya, dan penggenapan
janji Allah. Tetapi Allah memerintah kepada Abraham untuk mempersembahkan
satu-satu nya anak dia kepada Allah. Mari kita membayangkan betapa besarnya
rintangan yang akan dihadapi oleh Abraham?!? Semua harapan Abraham yang
terdapat di bahu Ishak akan pecah dan hilang. Ketika seseorang kehilangan
harapan, maka orang tersebut kemungkinan untuk membunuh diri untuk melewati
rintangan ini. Rintangan ini begitu berat hingga disebutkan menjadi percobaan
didalam Alkitab.

 

Percobaan ini di setujui
oleh Allah. Karena tuntuan Allah bagi semua umat kristiani ialah mengasihi
Allah melebih segala sesuatu bai istri, anak, sanak famili maupun kekayaan.
Kita harus mengasihi Allah melebihi segala-gala nya. Kita mesti melatih diri
untuk mematuhi dan mentaati Allah melebihi segalanya. Apakah kita pernah
berpikir bahwa kita akan mentaati dan mematuhi semua perintah Allah apabilah
Allah memanggil kita? Bagaimana kita mendengarkan suara Tuhan?

 

Kita memiliki Alkitab dan
Roh Kudus yang merupakan pemberian Tuhan kepada kita secara cuma-Cuma. Mungkin
adakalanya kita sedang membaca firman Tuhan tetapi tidak mempunyai perasaan
apa-apa!! Mungkin waktu itu kita tidak merasa bahwa firman Tuhan yang sedang
kita baca tersebut bukan ditujuakn kepada kita. Tetapi ada kalanya kita merasa
ada sebuah ayat yang benar-benar dapat menyentuh perasaan kita. Maka saudara/i
saat itulah merupakan kerjaan Roh Kudus di dalam dirimu. Hidup seoarang kristiani
begitu menarik!! Karena situasi dimana kita tergerak oleh sebuah ayat firman
Tuhan itu merupakan suatu saat yang begitu sulit kita gambarkan dengan
perkataan. Situasi tersebut begitu ajaib, It’s like a miracle in my life!!

 

Maka saudara/i cobalah Anda
pikirkan, pernahkah kita merasakan nya?? Seperti contoh kita sedang membaca
sebuah ayat mengenai “Hidup damai dengan sesama”. Apabila kita merasa ayat
tersebut merupakan ayat yang ditujukan kepada kita, maka dengan otomatis kita
akan tergerak dan merenungkan didalam hati. Pernah kah kita tidak hidup damai
dengan sesama?? Kita akan segera mengingat akan orang-orang yang tidak dapat
hidup damai dengan kita. Selanjutnya kita akan memikirkan apakah dia yang tidak
ingin hidup damai dengan kita atau kita yang tidak ingin hidup damai dengan
dia?? Pada waktu ini lah kita perlu memlilih untuk mentaati firman Tuhan atau
tidak mentaati firman Tuhan!! Apabila kita mematuhi-Nya maka kita akan
mempunyai pertumbuhan Iman didalam kita sendiri.

 

Kadangkala Tuhan akan
menuntut kita untuk mematuhi dengan adanya pengorbanan sesuatu dari kita
masing-masing. Baik itu berupa uang, waktu, komitmen maupun yang lain. Apakah
Anda masih dapet mematuhi semua perintah Tuhan dengan adanya pengorbanan ini
semua?

 

Dalam ayat 3, mengatakan
bahwa pagi-pagi sekali Abraham langsung berangkat bersama seorang budak dan
anak nya, Ishak menuju ke tempat yang telah ditetapkan Allah untuk menyembahkan
Ishak. Abraham berangkat tanpa memikir meskipun hal ini merupakan pukulan yang
begitu keras baginya. Hal ini menggambarkan betapa besarnya permantapan hati
nya Abraham dalam mematuhi perintah Tuhan. Alkitab mengatakan bahwa mereka
sampai pada ungung Moria dalam 3 hari. Meski Abraham mempunyai waktu yang
begitu panjang untuk berpikir, tetapi dia tetap tidak mengubah pikiran dia
sendiri untuk mematuhi perintah Tuhan. Sebagai seorang manusia, kita pasti
mengerti semakin panjang waktu kita untuk berpikir maka sebuah keputusan yang
kita ambil pun mempunyai kesempatan untuk mengubah keputusan kita. Tetapi Abraham
mempunyai keteguhan hati yang begitu kuat dalam mematuhi Tuhan. Sehingga
meskipun dia memiliki waktu selama 3
hari pun dia tidak tergoyah akan keputusan yang diambilnya!!

 

Untuk kita masing-masing,
apabila kita tergerak oleh sebuah firman Tuhan, bisakah Anda mematuhi,
benar-benar mematuhi apa yang telah Tuhan perintahkan kepada kita? Kadankala
kita ingin mematuhi tetapi dalam proses mematuhi kita akan lambat laun mengubah
pikiran kita, ragu-ragu akan keputusan kita. Kita mesti mematuhi semua Firman Tuhan.
Yang pertama ialah apapun yang dilarang oleh Tuhan, maka itualh yang paling
pertama harus kita patuhi. Semua larangan harus kita patuhi. Semakin kira
sering membaca Alkitab, maka semakin besar kerja Roh Kudus di dalam diri kita.
Maka kita akan semakin mematuhi Firman Tuhan dan kita akan semakin banyak
membuang dosa-dosa kita.

 

Mengikuti jalan Firman
Tuhan dalam dunia, demikian juga kita akan mengikuti jalan bersama-Nya di dunia
abadi yang telah dipersiapkan oleh Tuhan kepada kita yang berjalan serta-Nya.

 
Meski kepatuhan perlu
adanya pengorbanan, tetapi Tuhan akan selalu memberkati kita pada akhir dari
semuanya.

 

Ringkasan khotbah Pdt. Kiantoro Lie @ GAPPI batam center

 

Leave a Reply