Ringkasan Khotbah tgl 1 July 2007


Ibrani 11:23-29

Sebagai seorang
kristiani, kita hidup berdasarkan iman kita pada Tuhan. Kita mengetahui didepan
ada keterangan, kebenaran yang sedang menantikan kita. Dengan pengharapan
tersebut kita bisa melewati jalan-jalan yang gelap didalam kehidupan kita.
Habakuk mengatakan orang dapat hidup hanya berdasarkan Iman. Petrus mengatakan
hanya dengan hidup dengan Iman maka kita dapat memenangkan dunia ini.

 
Hidup kita dipenuhi
dengan batu rintangan yang tidak pernah habis. Demikian juga bagi pengikut
Kristus, hidup kita juga penuh dengan rintangan. Dengan Iman, kita bisa
melewati rintangan yang kita temukan didalam hidup kita. Apabila Anda merasa
suntuk maka marilah kita hidup dengan iman.

 
Dalam Ibrani 11:23-29,
kita akan mempelajari bagaimana Musa hidup dengan bandtuan iman dalam
menghadapi keputusasaan.

Ayat 23, menceritakan
Musa disembunyikan oleh orang tua nya. Pada masa Musa dilahirkan, ditetapkan
sebuah peraturan yakni semua bayi laki-laki yang dilahirkan dari bangsa Israel
mesti dibunuh seketika. Peraturan ini ditetapkan karena pada masa itu, jumlah
Bangsa Israel mulai melebihi jumlah banga Mesir. Sehingga semua bayi laki dari
Bangsa Israel mesti dibunuh. Tetapi Musa berhasil lolos dari peraturan ini,
karena orang tua Musa menyembunyikan bayi Musa. Mengapa orang tua nya
menyembunyikan nya? Karena mereka percaya bahwa Allah akan tetap memelihara
Musa, Allah akan selalu membantu anak ini untuk melewati rintangan yang sedang
dihadapi oleh anak ini. Bayi Musa semakin membesar dan sudah tidak dapat
disembunyikan lagi. Sehingga orang tua menaruh bayi Musa didalam kerangjang dan
diletakkan di dalam sungai Nil, dengan kakaknya yang memperhatikan adiknya dari
kejauhan. Kemudian datang putri Firaun untuk mandi di sungai Nil. Tuhan
menggerakkan hati putri Firaun ini untuk memelihara anak Israel ini. Meskipun
Putri Firaun mengetahui adanya peraturan untuk membunuh semua Anak laki Israel,
dia tetap ingin memeliharanya.

 
Orang tua Musa merupakan
orang yang mengenal bahwa Allah mereka adalah Allah yang hidup, dengan harapan
supaya Allah akan memelihara anak mereka. Mereka percaya bahwa Allah tidak akan
membiarkan bangsa Israel musnah. Dan percaya dengan iman bahwa Allah akan
melakukan sesuatu untuk anak ini. Seperti Musa yang sudah menghadapi situasi
dimana dia seharusnya hidup atau mati. Orang kristen juga akan berada didalam
situasi demikian. Yang paling sering ialah dalam hal yang berhubungan dengan
sakit penyakit, dalam kapal/pesawat yang mengalami masalah, dalam kecelakaan.
Dalam situasi yang demikian lah, Allah akan mengambil keputusan, apakah kita
akan tetapi hidup atau sudah waktunya kita kembali ke hadirat Allah. Kita
sering marah pada Allah ketika kita berada di dalam situasi demikian. Mengapa
Allah mengijinkan kita berada dalam situasi demikian??? Maka pada saat ini lah,
kita perlu ingat pada Musa. Gunakan iman Anda!! Kita akan berdoa pada-Nya,
meminta penyembuhan dan kita juga akan melakukan apa yang dapat kita lakukan
seperti pergi menemukan Dokter untuk pengobatan. Kadang Allah juga menghendaki
kita pulang ke Rumah Bapa kita di surga karena penyakit, kecelakaan ini.

 
Apabila kita bisa
menerima kehendak Allah meski kita pulang ke Bapa di surga dengan damai, maka
dengan demikian kita tidak akan takut pada kematian sekalupun. Karena di balik
kematian, ada kehidupan yang kekal. Kita harus mengatakan hal ini dan kita
dapat menerima hal ini dengan baik. God can do miracles!! Segala sesuatu yang
tidak mungkin terjadi, akan terjadi apabila Allah berkenan pada keajaiban ini.
Kita harus menjadi seorang kristen yang bertumbuh imannya. Kita harus bersyukur
ketika Allah memberikan umur panjang, serta kita harus menerima dengan sukacita
apabila Allah memberikan umur pendek. Dengan melihat adanya hidup yang kekal,
maka kita akan berpikir apalah artinya hidup sementara di dunia ini??

 
Ayat 24-26, menceritakan
orang yang beriman tidak akan mencintai dunia ini. Musa sudah menjadi dewasa,
bertumbuh menjadi seorang pangeran Mesir, yang dididik untuk menjadi seorang
pemerintah. Tetapi nyatanya Musa menolak disebut dengan anak Putri Firaun. Dia
menolak semua kesenangan yang diperoleh dari dosa, menganggap penghinaan pada
kekayaan dan semua harta Mesir. Dia memilih menyembah Allah meski dia perlu
mengalami penderitaan bersama umat Allah. Karena Mesir menyembah berhala,
tetapi Israel menyembah Allah. Dia memilih tidak mewarisi kekayaan dan
pemerintah dari Mesir. Apa kaitan Musa dalam hal ini dengan hidup kita??
Kaitannya ialah kita selalu ingin menikmati dunia, ingin menikmati hidup kita
di dunia ini. Sehingga demi menikmati dunia ini, kita setiap hari bekerja untuk
mendapatkan kekayaan. Apakah salah apabila kita ingin berobat keluar negri
untuk mendapatkan pengobatan yang lebih bagus? Apakah salah apabila kita ingin
makan di sebuah restoran yang mewah kalau kita selalu memakan di tepi jalan??

 
Hal demikian bukan
merupakan kesalahan. Apabila kita selalu ingin sesuatu yang lebih bari dari apa
saja yang telah kita punyai sekarang ini. Hal ini akan menjadi sebuah kesalahan
apabila kita memperoleh semua kenikmatan ini dengan melakukan dosa. Kita rela
melakukan apa saja untuk memperoleh semua ini, bahkan dosa sekalipun!! Maka hal
ini menjadi sebuah Dosa!! Mesir menikmati kesenangan ini dari Dosa. Dengan
demikian Musa menolak kesenangan dari mesir. Apabila kita mematuhi Allah, maka
ketika Allah mengatakan hal itu salah, maka kita harus segera meninggalkan hal
yang dikatakan salah dari Allah. Dan kita dapat disebut dengan orang beriman.

 
Ingat akan 2 hal ini:

  1. Iman pada Tuhan dalam
         menghadapi kematian.
  2. Iman pada Tuhan dalam
         menghadapi Kesengan di dunia.

RIngkasan khotbah diambil dari khotbah Pdt.Kiantoro Lie @ GAPPI batam center

Leave a Reply