Archive for July, 2007

My Last Day in this Planet!!

Tuesday, July 31st, 2007

Today is my last day in this Planet… A planet where I came everyday except for Sunday and holiday!! I’m gonna leave this planet and go to another world… go to another place that belongs to me… Where is it? I wonder about it too… Why do I have this feeling??

This planet has been my longest stay… about one & half year… I stayed on this planet and surround by many friends… I like my friends…. I’ll make sure to keep in contact with them… they are nice, hilarious, and sometimes evil…. somebody asked me.. do you feel sad when you are about to leave this planet forever??? and my answer is, of course !! I have feeling towards this place and my friends…

I can’t turn back anymore! I must go on!! keep searching for another planet that suitable for me.. and spread my wings and fly towards there….

Ringkasan Khotbah tgl 1 July 2007

Monday, July 30th, 2007


Ibrani 11:23-29

Sebagai seorang
kristiani, kita hidup berdasarkan iman kita pada Tuhan. Kita mengetahui didepan
ada keterangan, kebenaran yang sedang menantikan kita. Dengan pengharapan
tersebut kita bisa melewati jalan-jalan yang gelap didalam kehidupan kita.
Habakuk mengatakan orang dapat hidup hanya berdasarkan Iman. Petrus mengatakan
hanya dengan hidup dengan Iman maka kita dapat memenangkan dunia ini.

 
Hidup kita dipenuhi
dengan batu rintangan yang tidak pernah habis. Demikian juga bagi pengikut
Kristus, hidup kita juga penuh dengan rintangan. Dengan Iman, kita bisa
melewati rintangan yang kita temukan didalam hidup kita. Apabila Anda merasa
suntuk maka marilah kita hidup dengan iman.

 
Dalam Ibrani 11:23-29,
kita akan mempelajari bagaimana Musa hidup dengan bandtuan iman dalam
menghadapi keputusasaan.

Ayat 23, menceritakan
Musa disembunyikan oleh orang tua nya. Pada masa Musa dilahirkan, ditetapkan
sebuah peraturan yakni semua bayi laki-laki yang dilahirkan dari bangsa Israel
mesti dibunuh seketika. Peraturan ini ditetapkan karena pada masa itu, jumlah
Bangsa Israel mulai melebihi jumlah banga Mesir. Sehingga semua bayi laki dari
Bangsa Israel mesti dibunuh. Tetapi Musa berhasil lolos dari peraturan ini,
karena orang tua Musa menyembunyikan bayi Musa. Mengapa orang tua nya
menyembunyikan nya? Karena mereka percaya bahwa Allah akan tetap memelihara
Musa, Allah akan selalu membantu anak ini untuk melewati rintangan yang sedang
dihadapi oleh anak ini. Bayi Musa semakin membesar dan sudah tidak dapat
disembunyikan lagi. Sehingga orang tua menaruh bayi Musa didalam kerangjang dan
diletakkan di dalam sungai Nil, dengan kakaknya yang memperhatikan adiknya dari
kejauhan. Kemudian datang putri Firaun untuk mandi di sungai Nil. Tuhan
menggerakkan hati putri Firaun ini untuk memelihara anak Israel ini. Meskipun
Putri Firaun mengetahui adanya peraturan untuk membunuh semua Anak laki Israel,
dia tetap ingin memeliharanya.

 
Orang tua Musa merupakan
orang yang mengenal bahwa Allah mereka adalah Allah yang hidup, dengan harapan
supaya Allah akan memelihara anak mereka. Mereka percaya bahwa Allah tidak akan
membiarkan bangsa Israel musnah. Dan percaya dengan iman bahwa Allah akan
melakukan sesuatu untuk anak ini. Seperti Musa yang sudah menghadapi situasi
dimana dia seharusnya hidup atau mati. Orang kristen juga akan berada didalam
situasi demikian. Yang paling sering ialah dalam hal yang berhubungan dengan
sakit penyakit, dalam kapal/pesawat yang mengalami masalah, dalam kecelakaan.
Dalam situasi yang demikian lah, Allah akan mengambil keputusan, apakah kita
akan tetapi hidup atau sudah waktunya kita kembali ke hadirat Allah. Kita
sering marah pada Allah ketika kita berada di dalam situasi demikian. Mengapa
Allah mengijinkan kita berada dalam situasi demikian??? Maka pada saat ini lah,
kita perlu ingat pada Musa. Gunakan iman Anda!! Kita akan berdoa pada-Nya,
meminta penyembuhan dan kita juga akan melakukan apa yang dapat kita lakukan
seperti pergi menemukan Dokter untuk pengobatan. Kadang Allah juga menghendaki
kita pulang ke Rumah Bapa kita di surga karena penyakit, kecelakaan ini.

 
Apabila kita bisa
menerima kehendak Allah meski kita pulang ke Bapa di surga dengan damai, maka
dengan demikian kita tidak akan takut pada kematian sekalupun. Karena di balik
kematian, ada kehidupan yang kekal. Kita harus mengatakan hal ini dan kita
dapat menerima hal ini dengan baik. God can do miracles!! Segala sesuatu yang
tidak mungkin terjadi, akan terjadi apabila Allah berkenan pada keajaiban ini.
Kita harus menjadi seorang kristen yang bertumbuh imannya. Kita harus bersyukur
ketika Allah memberikan umur panjang, serta kita harus menerima dengan sukacita
apabila Allah memberikan umur pendek. Dengan melihat adanya hidup yang kekal,
maka kita akan berpikir apalah artinya hidup sementara di dunia ini??

 
Ayat 24-26, menceritakan
orang yang beriman tidak akan mencintai dunia ini. Musa sudah menjadi dewasa,
bertumbuh menjadi seorang pangeran Mesir, yang dididik untuk menjadi seorang
pemerintah. Tetapi nyatanya Musa menolak disebut dengan anak Putri Firaun. Dia
menolak semua kesenangan yang diperoleh dari dosa, menganggap penghinaan pada
kekayaan dan semua harta Mesir. Dia memilih menyembah Allah meski dia perlu
mengalami penderitaan bersama umat Allah. Karena Mesir menyembah berhala,
tetapi Israel menyembah Allah. Dia memilih tidak mewarisi kekayaan dan
pemerintah dari Mesir. Apa kaitan Musa dalam hal ini dengan hidup kita??
Kaitannya ialah kita selalu ingin menikmati dunia, ingin menikmati hidup kita
di dunia ini. Sehingga demi menikmati dunia ini, kita setiap hari bekerja untuk
mendapatkan kekayaan. Apakah salah apabila kita ingin berobat keluar negri
untuk mendapatkan pengobatan yang lebih bagus? Apakah salah apabila kita ingin
makan di sebuah restoran yang mewah kalau kita selalu memakan di tepi jalan??

 
Hal demikian bukan
merupakan kesalahan. Apabila kita selalu ingin sesuatu yang lebih bari dari apa
saja yang telah kita punyai sekarang ini. Hal ini akan menjadi sebuah kesalahan
apabila kita memperoleh semua kenikmatan ini dengan melakukan dosa. Kita rela
melakukan apa saja untuk memperoleh semua ini, bahkan dosa sekalipun!! Maka hal
ini menjadi sebuah Dosa!! Mesir menikmati kesenangan ini dari Dosa. Dengan
demikian Musa menolak kesenangan dari mesir. Apabila kita mematuhi Allah, maka
ketika Allah mengatakan hal itu salah, maka kita harus segera meninggalkan hal
yang dikatakan salah dari Allah. Dan kita dapat disebut dengan orang beriman.

 
Ingat akan 2 hal ini:

  1. Iman pada Tuhan dalam
         menghadapi kematian.
  2. Iman pada Tuhan dalam
         menghadapi Kesengan di dunia.

RIngkasan khotbah diambil dari khotbah Pdt.Kiantoro Lie @ GAPPI batam center

RIngkasan Khotbah tgl 24 June 2007

Monday, July 30th, 2007

Kejadian 22:1-14   


Dalam kehidupan
kristiani, kita akan selalu menemukan rintangan, masalah, dan situasi yang
sulit dihadepi. Dlama kejadian, kita dapet melihat cerita Abraham dalam
menghadapi kesulitan nya dalam hidup dia. Seperti dalam kejadian 12, Abraham
menghadapi masalah dia yg pertama yaitu dia dipanggil oleh Allah untuk
meninggalkan semua sanak familinya serta sebuah kehidupan yang telah dia kenal
dengan baik. Rintangan selanjutnya yaitu di usia nya yang sudah tua, dia masih
belum mempunyai anak dari istri dia yang pertama, Sara. Tetapi dia mempunyai
seorang anak laki-laki dari istri kedua dia dan diberi nama Ismael. Maka
Abraham mengira bahwa Ismael yang akan menjadi pewaris dia, keturuan dia.
Ternyata Allah mengatakan bahwa pewaris Abraham bukan lah Ismael, anak dari
istri kedua, tetapi anak Abraham dari Sara, istri pertama Abraham. Allah juga
memerintah supaya Abraham mengusir Ismael serta istrinya yang kedua dari
Abraham untuk pergi dari rumah. Maka dengan berat hati Abraham mengusir Ismael
sesuai dengan permintaan Allah.

 

Akhirnya Abraham di
anugerahi seorang anak dari Sara di usia nya yang sangat tua. Anak ini diberi
nama Ishak, anak ini lah yang nantinya akan menjadi sebuah bangsa besar yang
telah Allah janji pada Abraham sebelumnya. Ishak merupakan anak tunggal
Abraham, yang merupakan harapan masa depannya, pewarisnya, dan penggenapan
janji Allah. Tetapi Allah memerintah kepada Abraham untuk mempersembahkan
satu-satu nya anak dia kepada Allah. Mari kita membayangkan betapa besarnya
rintangan yang akan dihadapi oleh Abraham?!? Semua harapan Abraham yang
terdapat di bahu Ishak akan pecah dan hilang. Ketika seseorang kehilangan
harapan, maka orang tersebut kemungkinan untuk membunuh diri untuk melewati
rintangan ini. Rintangan ini begitu berat hingga disebutkan menjadi percobaan
didalam Alkitab.

 

Percobaan ini di setujui
oleh Allah. Karena tuntuan Allah bagi semua umat kristiani ialah mengasihi
Allah melebih segala sesuatu bai istri, anak, sanak famili maupun kekayaan.
Kita harus mengasihi Allah melebihi segala-gala nya. Kita mesti melatih diri
untuk mematuhi dan mentaati Allah melebihi segalanya. Apakah kita pernah
berpikir bahwa kita akan mentaati dan mematuhi semua perintah Allah apabilah
Allah memanggil kita? Bagaimana kita mendengarkan suara Tuhan?

 

Kita memiliki Alkitab dan
Roh Kudus yang merupakan pemberian Tuhan kepada kita secara cuma-Cuma. Mungkin
adakalanya kita sedang membaca firman Tuhan tetapi tidak mempunyai perasaan
apa-apa!! Mungkin waktu itu kita tidak merasa bahwa firman Tuhan yang sedang
kita baca tersebut bukan ditujuakn kepada kita. Tetapi ada kalanya kita merasa
ada sebuah ayat yang benar-benar dapat menyentuh perasaan kita. Maka saudara/i
saat itulah merupakan kerjaan Roh Kudus di dalam dirimu. Hidup seoarang kristiani
begitu menarik!! Karena situasi dimana kita tergerak oleh sebuah ayat firman
Tuhan itu merupakan suatu saat yang begitu sulit kita gambarkan dengan
perkataan. Situasi tersebut begitu ajaib, It’s like a miracle in my life!!

 

Maka saudara/i cobalah Anda
pikirkan, pernahkah kita merasakan nya?? Seperti contoh kita sedang membaca
sebuah ayat mengenai “Hidup damai dengan sesama”. Apabila kita merasa ayat
tersebut merupakan ayat yang ditujukan kepada kita, maka dengan otomatis kita
akan tergerak dan merenungkan didalam hati. Pernah kah kita tidak hidup damai
dengan sesama?? Kita akan segera mengingat akan orang-orang yang tidak dapat
hidup damai dengan kita. Selanjutnya kita akan memikirkan apakah dia yang tidak
ingin hidup damai dengan kita atau kita yang tidak ingin hidup damai dengan
dia?? Pada waktu ini lah kita perlu memlilih untuk mentaati firman Tuhan atau
tidak mentaati firman Tuhan!! Apabila kita mematuhi-Nya maka kita akan
mempunyai pertumbuhan Iman didalam kita sendiri.

 

Kadangkala Tuhan akan
menuntut kita untuk mematuhi dengan adanya pengorbanan sesuatu dari kita
masing-masing. Baik itu berupa uang, waktu, komitmen maupun yang lain. Apakah
Anda masih dapet mematuhi semua perintah Tuhan dengan adanya pengorbanan ini
semua?

 

Dalam ayat 3, mengatakan
bahwa pagi-pagi sekali Abraham langsung berangkat bersama seorang budak dan
anak nya, Ishak menuju ke tempat yang telah ditetapkan Allah untuk menyembahkan
Ishak. Abraham berangkat tanpa memikir meskipun hal ini merupakan pukulan yang
begitu keras baginya. Hal ini menggambarkan betapa besarnya permantapan hati
nya Abraham dalam mematuhi perintah Tuhan. Alkitab mengatakan bahwa mereka
sampai pada ungung Moria dalam 3 hari. Meski Abraham mempunyai waktu yang
begitu panjang untuk berpikir, tetapi dia tetap tidak mengubah pikiran dia
sendiri untuk mematuhi perintah Tuhan. Sebagai seorang manusia, kita pasti
mengerti semakin panjang waktu kita untuk berpikir maka sebuah keputusan yang
kita ambil pun mempunyai kesempatan untuk mengubah keputusan kita. Tetapi Abraham
mempunyai keteguhan hati yang begitu kuat dalam mematuhi Tuhan. Sehingga
meskipun dia memiliki waktu selama 3
hari pun dia tidak tergoyah akan keputusan yang diambilnya!!

 

Untuk kita masing-masing,
apabila kita tergerak oleh sebuah firman Tuhan, bisakah Anda mematuhi,
benar-benar mematuhi apa yang telah Tuhan perintahkan kepada kita? Kadankala
kita ingin mematuhi tetapi dalam proses mematuhi kita akan lambat laun mengubah
pikiran kita, ragu-ragu akan keputusan kita. Kita mesti mematuhi semua Firman Tuhan.
Yang pertama ialah apapun yang dilarang oleh Tuhan, maka itualh yang paling
pertama harus kita patuhi. Semua larangan harus kita patuhi. Semakin kira
sering membaca Alkitab, maka semakin besar kerja Roh Kudus di dalam diri kita.
Maka kita akan semakin mematuhi Firman Tuhan dan kita akan semakin banyak
membuang dosa-dosa kita.

 

Mengikuti jalan Firman
Tuhan dalam dunia, demikian juga kita akan mengikuti jalan bersama-Nya di dunia
abadi yang telah dipersiapkan oleh Tuhan kepada kita yang berjalan serta-Nya.

 
Meski kepatuhan perlu
adanya pengorbanan, tetapi Tuhan akan selalu memberkati kita pada akhir dari
semuanya.

 

Ringkasan khotbah Pdt. Kiantoro Lie @ GAPPI batam center